Aku bangun kesiangan. Kulirik jam
dinding…ah… pukul 8 pagi…Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. Segera
aku meloncat bangun, mencari-cari istri dan anak-anakku..tidak
ada…Ahh…baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekolah anakku mulai
jam 9 pagi. Pantas saja mereka sudah berangkat. Istriku sengaja tidak
membangunkan aku untuk ikut ke sekolah anakku, karena malamnya aku
pulang kantor hampir pukul 4 pagi. Yah, beginilah nasib auditor kalo
lagi dikejar tenggat laporan audit. Untung saja, ada anggota timku yang
bisa mengurangi keteganganku. Ya, Agnes tentunya, yang semalam telah
memberikan servis untukku. Baginya, bersetubuh dengan lelaki lain selain
suaminya bukan hal yang tabu, karena dia sendiri juga tidak
mempermasalahkan jika suaminya berkencan dengan wanita lain. Prinsip
mereka, yang penting pasangan tidak melihat kejadian itu dengan mata
kepala sendiri. Aku tersenyum mengingat kejadian semalam. Sebenarnya jam
11 malam kami sepakat untuk pulang kantor, tapi ternyata aku dan Agnes
sama-sama lagi horny.
Akhirnya, terjadilah seperti yang sudah
kuceritakan diatas. Tak terasa, aku mulai horny lagi. kontolku
pelan-pelan mengangguk-angguk dan mulai mengacung. “Walah…repot bener
nih, pikirku. “Lagi sendiri, eh ngaceng.” Kebetulan, di rumah tidak ada
pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri
dibantu kedua anakku. “Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar
mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran,” kilah istriku. Aku setuju
saja. Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF.
Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. Setelah kubuka celanaku,
aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana. Pelan-pelan
kuurut dan kukocok kontolku.



















